
Cowok klimis,berpenampilan rapi,wanginya tercium dari jarak 10 kilometer,romantis,good looking ,selera musiknya lagu-lagu pop cinta sampai ke arah perdamaian dunia. kamarnya rapi,catatan dosanya dikit,bertutur kata sistematik sama pacarnya udah kaya percakapan dokter- pasien,Foto-foto di instagramnya penuh Selfie dengan senyum ramah ala Aliando hingga candid dari segala sisi,Twit-twitnya penuh motivasi hingga kadang 140 karakter berisi puisi."Ini idaman aku" Teriak para cewek-cewek.
Cowok urakan dandanan ala Machine gun kelly,wangi parfum ngepas baru kehirup kalo udah jarak setengah centi itupun wangi parfum ala Downy,Selera musik aneh dari Rap golden era hingga sekarang ini Macklemore x Ryan Lewis,kadang kala dengerin irama Kellin Quinn hingga Bobby darin-Beyond the sea,Penampalan aja gak keurus apalagi kamar yang udah mirip serangan ISIS,Gaya bicara blak-blakan karena memang pribadinya apa adanya karena memang ga peduli ludah lidah orang lain,Isi twit & Instagramnya penuh dengan foto yang buat pacarnya malu untuk ngakui. "Dia berengsek!" Tolak para cewek langsung.
Pandangan mereka kaum hawa mereka cowok yang good looking dan good personality adalah mereka yang cocok untuk dipersuami,mikirnya pas masih usia dini.Sedangkan para bad boy serasa paling mereka anti dan lebih cocok disumpahi.Back to reality,para cewek yang ngakunya pacaran sama cowok baik-baik hubungannya belum tentu bertahan lama sedangkan cewek yang macarin bad boy satu persatu pindah mencari cowo yang katanya 'Baik-baik' sisanya sebagian lagi mereka yang bertahan dengan bad boy malah menjadi good relationship.
Bad boy itu belum tentu berengsek walau yang berengsek kayanya udah pasti bad boy.Bad boy jangan selalu di kaitin dengan alcohol addict,drug,sex sampe keharmonisan di rumah yang pasti dipertanyakan.Good boy yang kalian para cewek bilang dia itu good over all engga selalu sesuai dengan ekspektasi kalian.Inilah yang di alami Sefti Sanustika istri dari Fathanah.
Good boy dipandang sebagai cowok yang punya imej baik-baik dan bad boy dipandang sebagai cowok yang aibnya udah dikenal se-makhluk bumi,Maka dari itu banyak cewek yang enggan merajut hubungan dengan bad boy.Seakan-akan imej mereka bakal ketular dimata orang lain dan inilah faktor banyak hubungan yang pupus ditengah tikungan,sudah pasti karena satu sisi terlalu dengerin omongan pihak luar yang lebih aktif dari komentator bola.
Aku sendiri pribadi engga terlalu betah berada disatu tongkrongan dengan mereka yang katanya cowok baik-baik.Serasa monoton,datar,ngikutin arus karena engga suka yang aneh-aneh.Aku suka dengan kata-kata dari penggalan lirik Rap God-nya Eminem "Fuck being normal" dan yang udah nge-tren duluan dari tumblr yaitu "Being normal is boring", lawan dari normal disini bukan berarti jadi aneh tapi disisi lain ini bisa jadi cara pandang untuk Anti-Mainstream walaupun Anti-Mainstream memang udah mainstream karena semua orang ngakunya Anti-Mainstream.
Aku lebih suka berada diantara mereka yang dipandang bad boy yang pada kenyataannya 'Bad'-nya mereka engga seburuk pikiran orang yang mandangnya.Dia antara mereka itu terasa lebih penuh warna,banyak hal gila yang dilakuin,penuh kejutan,aneh dan engga ngebosenin.Ini jelas bertolak belakang dengan mereka yang katanya Good boy,imej mereka terlihat hanya sebagai pencitraan.Karea pada dasarnya yang baik belum tentu baik-baik dan yang baik-baik belum tentu. baik.
Gambaran dari relationship mereka para good boy sungguh bisa dibayangin.Gombalan rayu pasaran,pertanyaan se-sok-kepedulian seperti "Apa kabar?" "Udah makan belum" diulang rutin tiap hari dan bisa gampang kita baca di chatnya dengan pacarnya,Ketika jalan sama pacarnya lebih mesra ketika gandengan sama hapenya sendiri.Penuh dengan pernyataan "Terserah,ikut kamu aja" kalo diajakin kemana pas jalan.Fakta lainnya para cewek lebih betah ketika pas pedekate ketimbang udah pacaran,yang pasti ngerasa bosen karena siklus gaya pacaran yang gitu-gitu aja.
Oke,gimana dengan relationshipnya mereka yang kalian katain bad boy? Yang pasti bisa digambarin hubungan yang engga seperti nonton film sebagus Titanic tapi diputer ulang tiap kali filmnya habis,yap,lama-lama garing.Pacaran sama bad boy memang harus siap dijejelin sama makan ati tapi mereka cewek-cewek tangguhlah yang bisa bertahan ngadepin banyak tantangan dihubungannya,ngadepin banyak kejutan yang terjadi dan secara keseluruhan memang bad boy adalah katagori yang engga bisa ditebak.Tapi bukankah hal-hal yang seperti ini seru untuk dijalanin,dimana cowok dan ceweknya bener-bener harus pinter nge-manage hubungannya,sama-sama saling ngebangun dan menutupi bukannya hubungan yang datar yang cuma sekedar jalan lurus tanpa ada lubang dan polisi tidur.
Hubungan yang nyaman dan aman rasanya memang jadi harapan.Si good boy jarang bikin ceweknya was-was,dipercaya dan konflik dihubungannya se ala kadarnya.Si bad boy malah tanpa henti bikin pacarnya engga comfort,sana-sini konflik dan selalu jadi sorotan orang-orang,kadang kala jadi serasa tekanan untuk mengakhiri hubungannya.
Jadi good boy dan bad boy punya keuntungan tersendiri dan pastinya punya kekurangan.Good boy memang bisa lebih gampang dapetin cewek namun juga lebih rentan kandas tapi banyak kok hubungan mereka yang awet.Si bad boy memang lebih butuh perjuangan untuk dapetin hati cewek hingga ke orang tuanya,di lain sisi keuntungannya dia bakal ngerasain yang namanya diperjuangin,dibentuk dan ngerasain jatuh bangun sama cewek yang bener-bener punya harapan besar untuk dirinya,mereka para cewek yang cuma mau ngambil enaknya aja gak akan bisa bertahan.
Jadi good boy dan bad boy punya keuntungan tersendiri dan pastinya punya kekurangan.Good boy memang bisa lebih gampang dapetin cewek namun juga lebih rentan kandas tapi banyak kok hubungan mereka yang awet.Si bad boy memang lebih butuh perjuangan untuk dapetin hati cewek hingga ke orang tuanya,di lain sisi keuntungannya dia bakal ngerasain yang namanya diperjuangin,dibentuk dan ngerasain jatuh bangun sama cewek yang bener-bener punya harapan besar untuk dirinya,mereka para cewek yang cuma mau ngambil enaknya aja gak akan bisa bertahan.
Hubungan kita jangan biasa-biasa aja cukup yang ngejalaninnya aja yang manusia biasa.Relationship kita itu ibarat kisah dalam film romance.Bayangin di film itu ceritanya datar , diperanin sama orang yang engga pinter improvisasi dalam naskahnya dan karakter pemerannya juga engga punye sense.Mungkin untuk nonton thriler filmnya aja yang itungan menit udah bosen,apalagi nonton dari awal filmnya sampai habis.
Pada akhirnya semua itu pilihan dan kamu punya hak penuh untuk nentuin kisah kamu sendiri.Para cowok juga punya hak untuk jadi dirinya sendiri.Tapi kita engga bisa manipulasi diri kita untuk sekedar pencitraan dan itu perlu di inget.Aku sendiri lebih milih untuk jadi Bad boy with good heart in a good way because sometimes a bad boy can be good for a girl.
Bad boys ain't no good
Good boys ain't no fun
perfect, nice!
ReplyDelete