
Banyak yang saling menghujat,dengan lantang menyatakan kebencian.Beribu alasan bisa terlontar untuk melandasi rasa penatnya.Lalu bagaimana dengan alasan untuk kita mencintai seseorang?,Tenang,bukankah kita selalu bisa berkata kalo ‘Cinta gak butuh alasan dan kata-kata itu mamu membodohi orang banyak'.Maka dari itu wajarkan aja kenapa orang begitu mudahnya bilang cinta dan begitu mudahnya terluka karena cinta.
Setelah kita terluka,setelah kita patah hati dengan cinta kita bilang kalu cinta itu jahat,omong kosong lalu kita bilang gak akan mau lagi percaya yang sama namanya cinta.Hati-hati,sebagian cinta benar-benar cinta.Cinta Tuhan dan orang tua bagaimana?.Okey mungkin arahnya memang beda,cinta yang kita maksud menyakitkan itu arahnya ke pacar atau siapapun yang kita suka.Kita harus mulai merubah kata-kata yang kita ucap untuk merubah cara pandang kita sendiri.Kalau ada yang wanita yang bilang "Laki-laki semuanya sama,jahat,aku benci laki-laki!",bukankah kita bisa memandangnya nanti akan menjadi seorang lesbi? bukankah itu membuatnya semakin yakin laki-laki itu semua jahat dan dia engga akan berhubungan dengan laki-laki lagi?.
Cinta kita tak bisa seperti cinta Tuhan kepada
makhluknya,terlalu tulus dan suci.Sedangkan kita masih harus mem-filter siapa
yang pantas kita cintai dan siapa yang engga.Tapi Tuhan juga punya alesan
kenapa ia bisa murka.Tapi pintu hati Tuhan masih bisa terbuka selebar-lebarnya untuk mereka yang mengakui dan memohon ampun.Sedangkan kita?Jangan
harap,kita bisa aja ngedumel “Itu kan Tuhan,aku manusia”.
Sudahlah.Seperti yang kata-kata sebelumnya,”Itu kan
Tuhan,sedangkan aku manusia”.Semakin kita tumbuh,lingkungan ini menyebabkan otak kita
lama-kelamaan akan tersetting untuk perihal untung-rugi dan sebab-akibat.Itu
sebabnya kita selalu sulit untuk menerapkan sikap tulus,sikap yang bener-bener
pure tanpa harap imbalan dan alasan untuk melakukan atau berbuat sesuatu.Alasan apa ya yang paling tepat untuk jawab pertanyaan dilagu Ahmad Dhani ft Chrisye "Jika surga dan neraka tak pernah ada masih kah kau bersujud kepadanya?"
Tetapi keuntungan dari sikap yang selalu mencari alasan akan
suatu hal itu membuat kita merasakan segala positive impact disekarang ini.Para
ilmuan terdahulu hingga sekarang terus mencoba menggali hal-hal yang Tuhan
kehendaki untuk diketahui.Semuanya yang kita rasakan sekarang ini salah satunya
karena faktor mereka yang selalu mencari alasan untuk sesuatu.Contohnya dari alasan-alasan mengapa dan bagaimana terciptanya manusia,perbedaan gender,tumbuhnya jakun dan payudara,bumi,kehidupan,alam semesta,dan Tuhan..TUHAN?!.
Oke cukup! ke yang lebih simple aja
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan
ke depan
Jangan mencintai aku apa adanya-nya Tulus benar-benar tulus.Bukan meminta alasan untuk mencinta tapi tuntutan untuk mencintai.Kita mencintai seseorang harusnya harusnya bisa menuntutnya untuk pantas dicintai dan itu akan membuat kita engga punya alasan cukup untuk meninggalkannya apalagi untuk ngebenci.Dengan menuntutnya agar kita cintai dia akan berusaha menyuburkan benih-benih perasaan yang udah tertanam.Dia engga harus jadi apa yang kau mau tapi dia harus jadi apa yang membuat mu mau,karena makna paling dalam dari kalimat "Jangan mencintai aku apa adanya" berbeda jauh dengan kalimat "Jangan mencintai aku karena ada apa-apanya".
Sujiwo Tedjo bilang kalo cinta udah mulai beralasan,itu berarti mulai bukan cinta.Cinta datang bisa kapan aja dan tanpa perlu alasan tapi kenapa cinta bisa berakhir hanya karena sebuah alasan?
Kalau cinta itu buta bagaimana bisa ada istilah dari mata turun kehati,sedangkan kita yakini mata itu buta.Kebanyakan istilah cinta itu buta dipake orang untuk alasan ketika ditanya kenapa mau dengan pasangannya yang engga cukup cantik.Sebaliknya, dari mata turun ke hati sering dipake orang ketika ditanya alasannya memilih pasangannya yang parasnya menawan.
Kita memang engga perlu mencintai seseorang dengan alasan,tapi kita butuh alasan untuk mencintai dan untuk tetap bertahan.Orang yang kita cintai harus mempunyai kepantasan untuk dicintai,karena orang baik yang mencintai orang yang buruk lebih kelihatan bodoh daripada dua orang buruk yang saling mencinta.Bukankah Orang baik untuk orang yang baik juga?,hanya ada dua opsi,buat dia jadi orang yang baik untuk kita atau kita tinggalkan untuk mencari orang yang lebih baik,tapi kita harus sadar orang baik disana juga punya sisi buruk.
Kalau pada awalnya(pacaran) kita mencintai tanpa alasan kenapa ketika membenci(putus) kita lontarkan banyak alasan?

Be First to Post Comment !
Post a Comment