
Emang bener hidup ini engga adil,tapi jadi terasa adil karena semua orang merasakan ketidakadilan itu.Ada banyak yang yang menderita,engga sedikit juga yang bahagia dan pertanyaannya adalah apakah penderitaan dan kebahagiaan itu jatuh ditempat yang tepat?jatuh pada orang yang pantas? Jawabannya jelas engga semuanya pada tempatnya.Apa ini kesalahan-Nya? atau memang mutlak kesalahan manusia?.Kita punya beberapa versi jawaban berbeda.

Di Florida seorang pemerkosa menang lotre jutaan dollar dan disisi lain anak-anak afrika mati kelaparan.Ada yang pernah bilang "Tuhan itu begitu baik sehingga yang membangkang darinya pun masih merasakan nikmat darinya" lalu dimana letak baiknya ketika yang berlutut kepadanya belum atau bahkan engga kunjung merasakan nikmat yang dia janjikan akan diberi kepada umatnya yang taat?.
Ada banyak umat Tuhan yang tahan banting tegar berdiri disaat lututnya sudah membiru akibat berlutut tanpa henti dan mencoba bercerita tentang hidupnya kepada Tuhannya,berpikir bahwa segala curhatnya didengar dan Tuhan sudah menyiapkan kejutan indah untuk dirinya.Semua itu sudah berlangsung dari puluhan tahun yang lalu.Belum ada hal kecil pun terwujud yang membuatnya menangis haru bahagia,hanya tangis kesedihan akan derita ditiap malam gulita,tapi dia tetap setia,tetap percaya dan tetap menjadi seorang hamba.
Ini semua terlepas dari pertanyaan ada atau tidaknya Tuhan.Ini semua tentang akankah kita tetap berTuhan.Bahkan ada yang buta dari lahir percaya akan keberadaan Tuhan walau tanpa melihat dengan kedua matanya.Dia engga perlu melihat dengan matanya,karena dengan kebutaannya dia mampu berimajinasi menggambarkan dengan jelas wujud Tuhannya.Ada yang tuli yang engga pernah mendengar nama Tuhannya bisa merasakan dan yakin adanya Tuhan.Meskipun terlahir tanpa suara yang bisa didengar dari telinganya namun dia selalu menikmati saat berkomunikasi dalam doanya bersama Tuhan,dia berbicara dengan Tuhan,tanpa perlu mampu mendengar dan berbicara karena semua lebih terasa jelas saat menggunakan hati.
Lepaskan sejenak kisah manis antara Tuhan dan hambanya itu.
Jika uang engga bisa membeli kebahagiaan mengapa orang dengan uangnya lebih merasa bahagia?Sulit membenarkan teori ini dalam beberapa situasi.Pernahkah melihat orang dengan Lamborgini Aventadornya terlihat murung menderita? Ya,mungkin kita kerap melihat dengan mata kita atau dari acara layar kaca yang memang sudah tersetting melihat orang yang kurang beruntung mampu hidup bahagia dan mensyukuri nikmat.Seakan-akan terima apaadanya namun nyatanya sengsara.
Sebagian beragama dan bertuhan,ada yang bertuhan tapi tak beragama,ada juga yang beragama tapi tak bertuhan dan ada yang tak bertuhan dan juga tak beragama,terakhir ada yang bertuhan tapi tak mampu bertahan.Takut mengkritisi Tuhan karena ancaman api neraka yang menakutkan namun diakuinya ia lelah menunggu segala doa yang telah diucapkan tak setitik tintapun jadi kenyataan,lalu apa yang dipegang teguhnya? hanya kesabaran.
Mungkin benar dunia ini adalah panggung sandiwara.Kita hanya aktor yang memainkan perannya.Sang Sutradara yang Maha Agung juga yang juga penulis naskahnya mempunyai jalan cerita untuk dimainkan para aktornya.Berbeda dengan panggung sandiwara opera,panggung sandiwara ini kita engga diperkenankan untuk membaca naskah ceritanya,kita dituntut otodidak memainkan peran kita dan jalan cerita kita tapi dengan catatan semuanya sudah diatur.Kadang ceritanya sesuai yang kita harapkan dan kadang jauh dari yang tidak kita inginkan,Tidak bisa mengeluh kita tetap harus menghidupkan panggung ini.Saat kita lelah dan tidak suka dengan panggung ini akankah kita tetap bertahan untuk tetap bertuhan?
Be First to Post Comment !
Post a Comment