Sunday, October 12, 2014

Pacaran Tak Bertuhan




Pendidikan Agama cuma 2 jam di sekolah-sekolah,lain cerita sama Pesantren.Sama halnya kayak belajar tentang kewarganegaraan dan Pancasila.Sekarang ini pendidikan lebih musatin agar manusia di didik untuk ngikuti perkembangan jaman dan sedikit banget ilmu tentang proteksi akan perkembangan jaman itu sendiri.Alhasil terciptalah produk-produk dengan intelektual tinggi yang rendah akan etika dan moral.

Kemaren pas lagi surfing didunia lain(maya),engga sengaja nemu link dari Republika.co.id yang headlinenya berbunyi "Wow....Gaya Pacaran Sehat Masuk Ke Buku Kurikulum 2013" sepontan aku juga berkata "WOW".Siapa yang engga heran coba,pacaran secara gak langsung udah dilegalkan oleh pemerintah dan kabar gembiranya lagi adalah DI-EDUKASI-IN.Gali-menggali ke media lain akhirnya dapet rincian yang lebih kompleks,tapi pas ngebaca isi ya rasanya itu kayak orang nyatain cinta ke kita tapi pake kata TAPI sesudahnya.

Dalam Bab X  sebuah buku Penjaskes terdapat judul “Memahami Dampak Seks Bebas”. Gaya pacaran sehat mencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut: (source:KOMPASIANA)
  1. Sehat Fisik, Tidak ada kekerasan dalam pacaran. Dilarang saling memukul, menampar, ataupun menendang.
  2. Sehat Emosional. Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman. Saling pengertian dan keterbukaan.
  3. Sehat Sosial. Pacaran tidak mengikat, maksudnya hubungan sosial dengan yang lainnya harus jalan.
  4. Sehat Seksual. Dalam berpacaran kita harus saling menjaga yaitu tidak melakukan hal yang beresiko, jangan melakukan aktivas sampai beresiko, apalagi melakukan hubungan seks.
Ada komentar menggelitik saat aku baca di artikel Kompas yang dimuat di Facebook dari seorang mahasiswa IPB,Duta Atmaja. 

” Nanti sekalian aja ngerokok islami - ngerokok sambil pake peci, baju koko (walopun udah banyak erlihat sie, tapi itu ga islami apalagi nyunah), mabuk2an islami, clubing islami, dl, hahaha lucu sekaligus miris…"

Penasaran soal hal ini,aku coba kaji dari sumber yang engga akan dimakan usia dan konsisten yaitu,Agama.

Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dalam salah satu ceramahnya pernah mengatakan bahwa, “sesuatu yang dinisbatkan kepada Islam artinya ia dia diajarkan oleh Islam atau memiliki landasan dari Islam”. Oleh karena itu, istilah ‘pacaran islami’ sendiri sejatinya tidak benar karena Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat. Bahkan sebaliknya, ajaran Islam melarang kegiatan-kegiatan yang ada dalam pacaran, atau singkatnya, Islam melarang pacaran.(Muslim.or.id)

Matius 5:28 berkata, "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya" 

sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari 6243).

Dari beberapa hal diatas udah jelas sih arahnya kemana,yang pasti Agama Islam maupun Kristen menolak dengan tegas akan hal itu.Sekarang masih berani ngomong "Kita pacaran sesuai syariah kok..."?.Syariah mana yang ente anut? Komunis?! Ente baru bisa ngomong pacaran ente syariah kalo ente bisa jauhin ini dari gaya pacaran ente :

  • Zina dan mendekatinya (Pegangan tangan,grepe-grepe,kissing ataupun bersetubuh)
  • Berpandang-pandangan (Di Islam hukumnya jelas : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)."
  • Berdua-duan (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341))
  • Galau karena cinta,Mabuk asmara (dalam islam beristilah Al 'Isyq : “kekaguman seorang pecinta pada orang yang dicintainya, atau terlalu berlebihan dalam mencinta, terkadang (kekaguman itu) pada kehormatan atau pada kemolekan, atau menjadi buta terhadap aib-aibnya, atau timbulnya kegelisahan yang timbul dalam jiwanya yang memenuhi pikirannya dengan gambaran-gambaran indah (tentang yang dicintainya)"(Al Qamus Al Muhith).Singkat kataal ‘isqy adalah mabuk asmara; kasmaran; kesengsem (dalam bahasa Jawa). Al Isyq adalah penyakit, bahkan penyakit yang berbahaya. Ibnul Qayyim mengatakan: “ini (al isyq) adalah salah satu penyakit hati, penyakit ini berbeda dengan penyakit pada umumnya dari segi dzat, sebab dan obatnya. Jika penyakit ini sudah menjangkiti dan masuk di hati, sulit mencari obatnya dari para tabib dan sakitnya terasa berat bagi orang yang terjangkiti” (At Thibbun Nabawi, 199). Orang yang terjangkit al ‘isyq juga biasanya senantiasa membayangkan dan mengidam-idamkan pujaannya, padahal ini merupakan zina hati sebagaimana disebutka dalam hadits.(muslim.or.id)
Pacaran itu Tuhan yang larang,manusia-manusianya yang maklumin.Berbuat dosa itu engga ada cerita maklum bagi Tuhan,Manusianya yang maklumin.Tenang,kita masih hidup diantara manusia-manusia yang serba maklum ini,belum diantara Tuhan dan para Malaikat-Malaikatnya kan.Gitu ya?.

Aku bicara bukan sebagai orang yang benar tapi aku bicara sebagai orang yang juga menghadapi kondisi pelik dalam hal ini.Rasanya engga etis lagi kalo ada yang ngaku pacaran sesuai syariah.Jangan munafik,aku juga belum tentu bisa ngikutin segala aturan ini.Walaupun aku belum jadi orang beragama yang taat paling engga jadi orang beragama yang baik,karena banyak mereka diluar sana yang taat tapi bukan orang yang baik.

Akhir cerita silahkan ambil keputusan sendiri,asal jangan ngaku-ngaku pacaran sesuai agama ya.Itu sama aja nyesatin ajaran agama yang di anut,hati-hati dosanya double loh.Akusih mutusin untuk engga pacaran.....kalo belum ada yang cocok hehe.....

11 comments on "Pacaran Tak Bertuhan"
  1. Kritis banget komentar diartikel yang dibuat kompas ya. Saya juga jadi mikir, sekarang kemungkaran dibalut agama emang banyak. Du, miris juga ya

    ReplyDelete
  2. Aku berlindung kepada Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang...

    ReplyDelete
  3. Mau pacaran mah pacaran aja, ga usah pake embel-embel sesuai agama segala. Tapi ya, harus bisa ngontrol diri, dan kalo sampe ada apa-apa, resikonya tanggung sendiri. Wong yg namanya suka lawan jenis tuh insting biologis manusia, mau dilarang juga susah. Tapi manusia juga bukan batu, punya akal budi, makanya yg beralesan "khilaf" atau "kebawa nafsu" itu sebenernya bego di manusianya aja.

    Ga semua pacaran selalu berakhir dengan seks kok sebenernya. Cuma mereka-mereka yg emang udah pada dasarnya mesum aja yg pikirannya selalu ke selangkangan. Orang-orang kayak gini, mau pacaran atau ga pacaran, tetep aja otaknya seks, jadi sebenernya yg salah tuh orangnya bukan pacarannya.

    ReplyDelete
  4. astagfirulloh hal'adzim,baca postingan ini jadi keingat betapa pacaran itu sangat tidak di anjurkan dalam agama.

    ReplyDelete

Custom Post Signature